Jumat, 01 April 2011

DOOOORRRRR

Dor!

“Would you be my girl?” <— Mungkin itu kalimat tanya yang paling lumrah untuk melamarkan diri sebagai pacar. :P ~ Tetapi aku punya beberapa pengalaman dalam hal itu. Katakanlah ini “Katakan Cinta!”

Pertama kali punya pacar, waktu itu masih SMP kelas 1. Apakah itu cinta? Aku rasa bukan. Namanya anak baru gede pada waktu itu, antara segala rasa dan satu perasaan, keduanya menjadi mudah kupukul rata. Tapi kalau dipikir-pikir, ternyata ada beberapa fase yang aku lewati saat masih remaja, di mana aku tidak sekali melamarkan diri agar bisa menjadi pacar. Aku seperti berpindah-pindah dari hati satu ke hati lain, dari satu kisah ke kisah lain. Lucu sekali. :P

Dalam “menembak”, aku bisa dibilang sukses. Dalam sejarah pacar-memacar, aku baru ditolak satu kali. Itupun tidak sakit hati menerimanya. Maka dari itu, aku sekadar ingin membagikan beberapa kalimat yang aku rancang untuk “nembak” seseorang, meski ada beberapa di antaranya, aku katakan secara spontan. Berikut ini adalah kalimat-kalimat dari masa remaja sampai kuliah, di mana kesemuanya telah membuat “penembakanku” diterima. :P

    1. “Lo mau nggak kasih kesempatan gue untuk menyayangi lo sebagai pacar yang baik?”

    2. “Kamu mau jadi pacarnya Zarry, nggak? Orangnya baik, lho.. Perhatian lagi. Kalo soal cakep, bisa lihat sendiri. Hehehe..”

    3. “Jadi, sekarang aku tinggal nembak kamu aja, kan?”

    4. “Kalo lo mau jadi pacar gue, peluk gue sekarang! Tapi kalo nggak mau, peluk tiang listrik aja!”

    5. “Kita akan mengenang tempat ini, kalau dari tempat ini, aku akan mengantarmu pulang ke rumah sebagai pacar.”

    6. “Bisa bicara sebentar? Hmm.. Lo mau nggak jadi pacar gue?”

    7. “Kalo lihat-lihatan aja udah senyum-senyuman gini, kita pacaran aja yuk!”

    8. “Ayo kita pacaran!”

    9. “Sekarang tanggal yang bagus buat Hari Jadian. Mulai hari ini, aku mau kamu jadi pacar aku.”

Kurang lebih, begitulah kalimat-kalimatnya. Aneh, ya? Hehehehe.. Pokoknya, ada 2 kalimat di antara berbagai kalimat di atas yang aku katakan karena memang cinta. Sisanya, hmmm… :P

Nah, dari ke-sembilan kalimat di atas pula, itu bukan berarti aku sudah pacaran sebanyak 9 kali juga. Karena ada beberapa fase lain tentang “pacaran ngek-ngek”, di mana pada waktu itu malah aku yang “ditembak dor-dor.” :P

Begitulah kira-kira pengalamannya. Semoga tidak menginspirasi kalian untuk menjual nama cinta dan kemudian sembarang ngajak pacaran. Karena seperti yang aku katakan di awal tadi, “anak baru gede itu, antara segala rasa dan satu perasaan, keduanya menjadi mudah dipukul rata.”  Terima kasih sudah membaca. Semangat!

NB: “Kita kan baru ketemu dua kali!” <— kalimat ini adalah apa yang dikatakan Si Target Penembakanku, sesaat sebelum ia menolak aku dengan berat hati. Ah, ternyata pernah ditolak. :P

LEFT RIGHT BRAIN

Left brain: I am the left brain. I am a scientist. A mathematician. I love the familiar. I categorize. I am accurate. Linear. Analytical. Strategic. I am practical. Always in control. A master of words and language. Realistic. I calculate equations and play with numbers. I am order. I am logic. I know exactly who I am.

Right brain: I am the right brain. I am creativity. A free spirit. I am passion. Yearning. Sensuality. I am the sound of roaring laughter. I am taste. The feeling of sand beneath bare feat. I am movement. Vivid colors. I am the urge to paint on an empty canvas. I am boundless imagination. Art. Poetry. I sense. I feel. I am everything I wanted to be

YOU & ME

You and me
Two people who making memories
With no worries
You and me
Two shadow
Run together to find some rainbow
You and me
Two people who play hide and seek
To find you, i need heart technique
You and me
Two people who rebuild some dream
In the middle of reality
You and me
Two people who will killing time
With laugh and smile
Without any lie
You and me
We
Us
Eternally Happy

Senin, 21 Maret 2011

LOVE is LIFE

love takes time
It takes yours
and takes mine

well, maybe…
Love also kills
It kills you
kills me
kills us

but,
if it kills me,
why do i still hope for it?
why do i still wait for it?
why do i still pray for it?
and then i fall…

yeah… fall
not once
or twice…

For once,
i can only say
Love is life

Berjuang vs Bertahan

ada yang berpendapat
hidup itu penuh dengan perjuangan
lalu, ada yang berkata
hidup itu untuk bertahan

seseorang di luar sana
berjuang dengan caranya
menghina
mengkritik
menghujat
memalsukan jati diri
mendustakan
mencacimaki
dan berpura-pura
dengan banyak sekali rasa dengki
namun ia tetap tersenyum
tetap berjuang walau bukan atas namanya
walau semua orang tau, dia salah

apakah itu masih berjuang?

seseorang yang lainnya
berusaha bertahan
bertahan dari hinaan
bertahan dari kritikan
bertahan dari hujatan
bertahan dari pemalsuan jati diri
bertahan dari berita dusta
bertahan dari caci maki

dan dia sungguh-sungguh bertahan
dengan penuh keyakinan
walau senyumnya tak seperti biasa

lalu apakah hakekat hidup keduanya?
yang satu berjuang dengan caranya?
yang satu lagi bertahan?

si pejuang palsu berkata
‘perjuangan itu mudah, teman
karena aku tidak sedang menjadi aku
dan perjuangan ini bukan lah apa’

yang bertahan  berkata
‘aku bertahan dengan sebuah kebenaran
biar aku dan Tuhan yang tahu
bertahan memang bukan sepenuhnya melawan
tapi bertahan bukan berarti lemah
dan yang bertahan sudah pasti kuat’

dan semoga, kebenaran itu selalu mempunyai tempat
yang istimewa
dimanapun dan kapanpun dia berada
dimanapun dan kapanpun dia terungkap

amien :)

LIFE is a CHOICE

hidup itu pilihan
bahkan disaat tersulitpun,
kita harus memilih.

hidup itu sulit,
maka sudahlah,
jangan dipersulit lagi.

hidup itu anugerah,
maka bersyukurlah
dan perlakukan dia dengan sebaik-baik kamu memperlakukan sesuatu

hidup itu misteri,
maka jangan hanya berdiam diri untuk mengetahui jawabannya.

hidup itu singkat,
maka pergunakanlah waktu mu sebaik mungkin.

dan pada akhirnya…
hidup itu tetaplah pilihan,
maka memilihlah,
entah itu sulit atau mudah,
susah atau senang,
sakit atau bahagia,
karena ketika kita memilih,
berarti kita ‘hidup’

UNTUK DIA: AYAH

Untuk dia,
Pria pertama yang ada
Sejakku membuka mata untuk melihat dunia

Untuk dia,
Pria yang selalu berbangga akan putra-putrinya
Walau entah seberapa noda telah mereka toreh dalam buku hidupnya

Untuk dia,
Pria dengan kadar kekuatannya mengalahkan pahlawan super manapun yang pernah ada
Yang tak pernah keberatan untuk menerima keluh serta rasa manja

Untuk dia,
Pria yang selalu ada kapanpun putra-putrinya membutuhkan mereka
Yang waktunya tercurah tanpa jeda
Walau lelah dan tak ada sisa tenaga

Untuk dia,
Seorang pria yang biasa kita panggil ‘ayah’

Untuk dia,
Aku menulis kata-kata biasa saja
Semoga dia melihat betapa aku mencintanya
Walau tak dapat dibandingkan dengan cintanya

Untuk dia,
Ya, ini untukmu
: ayahku tercinta