Dor!
“Would you be my girl?” <— Mungkin itu kalimat tanya yang paling lumrah untuk melamarkan diri sebagai pacar. :P ~ Tetapi aku punya beberapa pengalaman dalam hal itu. Katakanlah ini “Katakan Cinta!”
Pertama kali punya pacar, waktu itu masih SMP kelas 1. Apakah itu cinta? Aku rasa bukan. Namanya anak baru gede pada waktu itu, antara segala rasa dan satu perasaan, keduanya menjadi mudah kupukul rata. Tapi kalau dipikir-pikir, ternyata ada beberapa fase yang aku lewati saat masih remaja, di mana aku tidak sekali melamarkan diri agar bisa menjadi pacar. Aku seperti berpindah-pindah dari hati satu ke hati lain, dari satu kisah ke kisah lain. Lucu sekali. :P
Dalam “menembak”, aku bisa dibilang sukses. Dalam sejarah pacar-memacar, aku baru ditolak satu kali. Itupun tidak sakit hati menerimanya. Maka dari itu, aku sekadar ingin membagikan beberapa kalimat yang aku rancang untuk “nembak” seseorang, meski ada beberapa di antaranya, aku katakan secara spontan. Berikut ini adalah kalimat-kalimat dari masa remaja sampai kuliah, di mana kesemuanya telah membuat “penembakanku” diterima. :P
1. “Lo mau nggak kasih kesempatan gue untuk menyayangi lo sebagai pacar yang baik?”
2. “Kamu mau jadi pacarnya Zarry, nggak? Orangnya baik, lho.. Perhatian lagi. Kalo soal cakep, bisa lihat sendiri. Hehehe..”
3. “Jadi, sekarang aku tinggal nembak kamu aja, kan?”
4. “Kalo lo mau jadi pacar gue, peluk gue sekarang! Tapi kalo nggak mau, peluk tiang listrik aja!”
5. “Kita akan mengenang tempat ini, kalau dari tempat ini, aku akan mengantarmu pulang ke rumah sebagai pacar.”
6. “Bisa bicara sebentar? Hmm.. Lo mau nggak jadi pacar gue?”
7. “Kalo lihat-lihatan aja udah senyum-senyuman gini, kita pacaran aja yuk!”
8. “Ayo kita pacaran!”
9. “Sekarang tanggal yang bagus buat Hari Jadian. Mulai hari ini, aku mau kamu jadi pacar aku.”
Kurang lebih, begitulah kalimat-kalimatnya. Aneh, ya? Hehehehe.. Pokoknya, ada 2 kalimat di antara berbagai kalimat di atas yang aku katakan karena memang cinta. Sisanya, hmmm… :P
Nah, dari ke-sembilan kalimat di atas pula, itu bukan berarti aku sudah pacaran sebanyak 9 kali juga. Karena ada beberapa fase lain tentang “pacaran ngek-ngek”, di mana pada waktu itu malah aku yang “ditembak dor-dor.” :P
Begitulah kira-kira pengalamannya. Semoga tidak menginspirasi kalian untuk menjual nama cinta dan kemudian sembarang ngajak pacaran. Karena seperti yang aku katakan di awal tadi, “anak baru gede itu, antara segala rasa dan satu perasaan, keduanya menjadi mudah dipukul rata.” Terima kasih sudah membaca. Semangat!
NB: “Kita kan baru ketemu dua kali!” <— kalimat ini adalah apa yang dikatakan Si Target Penembakanku, sesaat sebelum ia menolak aku dengan berat hati. Ah, ternyata pernah ditolak. :P
“Would you be my girl?” <— Mungkin itu kalimat tanya yang paling lumrah untuk melamarkan diri sebagai pacar. :P ~ Tetapi aku punya beberapa pengalaman dalam hal itu. Katakanlah ini “Katakan Cinta!”
Pertama kali punya pacar, waktu itu masih SMP kelas 1. Apakah itu cinta? Aku rasa bukan. Namanya anak baru gede pada waktu itu, antara segala rasa dan satu perasaan, keduanya menjadi mudah kupukul rata. Tapi kalau dipikir-pikir, ternyata ada beberapa fase yang aku lewati saat masih remaja, di mana aku tidak sekali melamarkan diri agar bisa menjadi pacar. Aku seperti berpindah-pindah dari hati satu ke hati lain, dari satu kisah ke kisah lain. Lucu sekali. :P
Dalam “menembak”, aku bisa dibilang sukses. Dalam sejarah pacar-memacar, aku baru ditolak satu kali. Itupun tidak sakit hati menerimanya. Maka dari itu, aku sekadar ingin membagikan beberapa kalimat yang aku rancang untuk “nembak” seseorang, meski ada beberapa di antaranya, aku katakan secara spontan. Berikut ini adalah kalimat-kalimat dari masa remaja sampai kuliah, di mana kesemuanya telah membuat “penembakanku” diterima. :P
1. “Lo mau nggak kasih kesempatan gue untuk menyayangi lo sebagai pacar yang baik?”
2. “Kamu mau jadi pacarnya Zarry, nggak? Orangnya baik, lho.. Perhatian lagi. Kalo soal cakep, bisa lihat sendiri. Hehehe..”
3. “Jadi, sekarang aku tinggal nembak kamu aja, kan?”
4. “Kalo lo mau jadi pacar gue, peluk gue sekarang! Tapi kalo nggak mau, peluk tiang listrik aja!”
5. “Kita akan mengenang tempat ini, kalau dari tempat ini, aku akan mengantarmu pulang ke rumah sebagai pacar.”
6. “Bisa bicara sebentar? Hmm.. Lo mau nggak jadi pacar gue?”
7. “Kalo lihat-lihatan aja udah senyum-senyuman gini, kita pacaran aja yuk!”
8. “Ayo kita pacaran!”
9. “Sekarang tanggal yang bagus buat Hari Jadian. Mulai hari ini, aku mau kamu jadi pacar aku.”
Kurang lebih, begitulah kalimat-kalimatnya. Aneh, ya? Hehehehe.. Pokoknya, ada 2 kalimat di antara berbagai kalimat di atas yang aku katakan karena memang cinta. Sisanya, hmmm… :P
Nah, dari ke-sembilan kalimat di atas pula, itu bukan berarti aku sudah pacaran sebanyak 9 kali juga. Karena ada beberapa fase lain tentang “pacaran ngek-ngek”, di mana pada waktu itu malah aku yang “ditembak dor-dor.” :P
Begitulah kira-kira pengalamannya. Semoga tidak menginspirasi kalian untuk menjual nama cinta dan kemudian sembarang ngajak pacaran. Karena seperti yang aku katakan di awal tadi, “anak baru gede itu, antara segala rasa dan satu perasaan, keduanya menjadi mudah dipukul rata.” Terima kasih sudah membaca. Semangat!
NB: “Kita kan baru ketemu dua kali!” <— kalimat ini adalah apa yang dikatakan Si Target Penembakanku, sesaat sebelum ia menolak aku dengan berat hati. Ah, ternyata pernah ditolak. :P