Untuk dia,
Pria pertama yang ada
Sejakku membuka mata untuk melihat dunia
Untuk dia,
Pria yang selalu berbangga akan putra-putrinya
Walau entah seberapa noda telah mereka toreh dalam buku hidupnya
Untuk dia,
Pria dengan kadar kekuatannya mengalahkan pahlawan super manapun yang pernah ada
Yang tak pernah keberatan untuk menerima keluh serta rasa manja
Untuk dia,
Pria yang selalu ada kapanpun putra-putrinya membutuhkan mereka
Yang waktunya tercurah tanpa jeda
Walau lelah dan tak ada sisa tenaga
Untuk dia,
Seorang pria yang biasa kita panggil ‘ayah’
Untuk dia,
Aku menulis kata-kata biasa saja
Semoga dia melihat betapa aku mencintanya
Walau tak dapat dibandingkan dengan cintanya
Untuk dia,
Ya, ini untukmu
: ayahku tercinta
Pria pertama yang ada
Sejakku membuka mata untuk melihat dunia
Untuk dia,
Pria yang selalu berbangga akan putra-putrinya
Walau entah seberapa noda telah mereka toreh dalam buku hidupnya
Untuk dia,
Pria dengan kadar kekuatannya mengalahkan pahlawan super manapun yang pernah ada
Yang tak pernah keberatan untuk menerima keluh serta rasa manja
Untuk dia,
Pria yang selalu ada kapanpun putra-putrinya membutuhkan mereka
Yang waktunya tercurah tanpa jeda
Walau lelah dan tak ada sisa tenaga
Untuk dia,
Seorang pria yang biasa kita panggil ‘ayah’
Untuk dia,
Aku menulis kata-kata biasa saja
Semoga dia melihat betapa aku mencintanya
Walau tak dapat dibandingkan dengan cintanya
Untuk dia,
Ya, ini untukmu
: ayahku tercinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar